get happiness soan

11.12

gedung asrama putri alhamid

Soan at Alhamid,mybeloved ma’had

2 September 2012

Hari idul fitri pun tiba,seperti biasa tradisi para santri diseluruh dunia(dramatisir dikit) yaitu soan ke kiai,karna kita gak bisa soan ditepat hari idul fitrinya,akhirnya saya dan teman-teman pun menunggu waktu yang tepat untuk bisa bersilaturahmi.Dari jauh-jauh hari kami sudah merencanakan untuk bisa soan ke kiai dan bersilaturahmi ke ma’had kami tercinta yaitu Pon.Pes Alhamid,kami pun merencanakan waktu yang tepat,dan waktu dimana juga kiai kita H.Luqman Hakim Hamid sudah tiba di Jakarta,karna setiap tahunnya beliau selalu mudik ke Kediri,Jawa timur,bukan karna beliau orang sana,tapi karna istri beliau adalah anak dari guru beliau sendiri yaitu Alm.Kiai Munif,kiai munif punya pesantren juga di Kediri Pesantren yang sangat terkenal didaerah kediri yaitu Al-Falah,namun saking besarnya Al-falah cabangnya yaitu Queen lah yang dipegang beliau dan Al-falah induk dll di asuh oleh saudara-saudara beliau yang juga kiai besar di Jawa timur.loh kenapa jadi jelasin ini ya??#bingung sendiri, masalah Alfalah dan para kiai besar di jawa timur kita bahas dilain kesempatan aja,hhe,jadi intinya pada kesempatan kali ini saya ingin menceritakan soan saya pada hari itu yang dah bikin hati kami semua yang soan itu plong bangettt.

Jadi tanggal 3 September itu kan alhamid dah masuk sekolah lg,rada telat si untuk standar sekolahan tk-sma,tapi itulah alhamid kalau tentang liburan idul fitri paling enak dibanding yang lainnya,liburnya duluan tapi masuknya belakangan,hhe.hampir sama si ama gundar Cuma gundar mah rada seimbanglah,karna liburnya belakangan jadinya masuknya pun belakangan -_-,okeh,karna tgl 3 alhamid dah aktiv lagi jadi pak lukmannya pun tgl 2 nya dah sampe rumah,jadi kita sepakat deh buat soan hari minggunya itu,gak semua nya bisa ikut si,karna temen-temen dah pada mencar kemana-mana dan dengan jadwal kesibukan yang berbeda jadi dari 10 orng,yang ikut bareng-bareng kemarin Cuma setengahnya,tapi tetep aja seneng :) mereka adalah nurmalika,maria ulfa,kurnia nabila,sakinah,dan saya shes all my belovedfriends.

Pagi-pagi jam 10 kita sampai di pondok putri ponpes Alhamid,tujuan pertama kita adalah kediaman pak kiai kita yaitu KH.Luqman Hakim Hamid.disini kita banyak dapet motifasi dan pesan-pesan dari bapanya,yang bisa saya simpulkan dari mauidzah kiai lukman yaitu:

“hidup bukan pilihan,tapi hidup adalah penerimaan.banyak hal yang terjadi dalam hidup kita ini bukan merupakan pilihan dari kita,tapi inilah qodratullah bagaimana sebisa mungkin kita menerima segala qodo dan qodar baik dan buruknya itu dengan ikhlas,sebagaimana kita ikhlas dalam menerima kapan waktunya puasa dan kapan waktunya berbuka.maka jalani hidup ini dengan kesabaran rasa syukur dan ikhtiar tanpa henti.”pada saat itu juga bapanya menjelaskan apamaksud dari kata alumni yang sekarang terlampir pada diri kita yang pada saat itu soan,kata bapanya “sebutan alumni hanyalah sebuah kata,alumni hanyalah sebuah keadaan dan tempat yang memisahkan kalian semua yang telah lulus dari pondok ini,namun walaupun jarak,waktu dan tempat ini memisahkan kita alaqoh batiniah ini harus tetap terjaga,dengan terus menjalankan apa yang sudah kamu dapatkan dipondok agar juga dikerjakan dirumah,seperti mujahadah dan lain sebagainya,tapi jika alaqoh batiniah ini tidak terjalin dengan baik dan semestinya,maka itu bukanlah alumni sebenarnya”

Kurang lebih si itu pesan-pesan bapanya kepada kita,dan tentunya kita juga minta didoakan agar bisa terus beristiqomah menjalankan amalan-amalan dipondok saat dirumah,dan dilancarkan dalam kuliah dan semua urusan.oke rumah pertama selesai lanjut kita kerumah bu Hj.siti aisyah(adik pak lukman) dan suaminya ustd.mustaqimul alkhlaq.

Dirumah pak taqim dan bu Aisyah.  
                                                                            
Gak beda jauh sama waktu dirumah pak Luqman,disini pun kita mendapat banyak nasihat-nasihat positif yang sangat menyejukan hati,terlebih waktu sama bu aisyah,mungkin karna bu aisyah itu seorang wanita jadinya kita-kita ini dah kaya anaknya banget,ngobrol pun gak yang formal-formal tapi santai dan tetap sopan,kita cerita-cerita tentang kuliah,ibunya cerita tentang di pondok putri sekarang pokonya kita kaya sharing aja deh,asik makannya ngobrol sama bu aisyah yang dah seperti ibu kita sendiri ini,ibu berpesan : 

“tetep istiqomahin apa yang udah didapetin di pondok dulu,jalan kan shalat dhuha wajib banget buat kalian syukur-syukur dapet 8 rakaat,(kalo solat wajibmah gak usah diingetin lagi kali yah itu mah dah wajib mutlaq) dzikir salawat kapan aja jangan sampai lupa,dan tetap jaga keimanan dan ketaqwaan kalian sama allah,apalagi diluar sana banyak banget tantangannya,jagan sampai kalian menanggalkan identitas kalian sebagai muslimah(jilbab) segala yang syariatkan Allah itu sesungguhnya untuk keuntungan dan keselamatan manusia itu sendiri,maka jalankan syariat itu karna menjadi kebutuhan kita bukan hanya sekedar kewajiban,dan jangan lupa jaga terus silaturahminya sama pondok..” 

lalu pak taqim pun juga menyampaikan pesannya: “hampir sama seperti perkataan pak luqman yaitu tetap menjalankan amalan-amalan dipondok,salah satunya yaitu salat hajat yang selalu dikerjakan berjamaah dipondok dulu setiap jam 12 malam,(salat yang menjadi penutup kegiatan sehari santri yang amat padat dalam satu hari penuh),salat hajat yang biasa kalian lakukan dulu itu sebenarnya amalan dari salat nya syeih abdul qodir jailani,jadi jika kalian melakukan nya lengkap dengan tatacaranya yang benar maka insyaallah hajat kalian terpenuhi dan bisa menjadi Antibody kalian dari dunia luar,agar dijauhkan dari perbuatan yang munkar.

Subhanallah...saya gak tau kalau semua kegiatan dipondok dulu itu punya banyak banget faidah yang luar biasa,dulu menjalankannya mungkin hanya karna agar tidak dihukum bagian ubudiah dan biar gak di ta’zir pada waktu minggu pagi,tapi sekarang insyaallah menjalankannya karna menjadi kebiasaan dan kebutuhan manusia yang ingin dekat dengan penciptanya,gak kebayang kalau dulu gak mondok dan Cuma sekolah umum,mana tau yang kaya begini-begini ya,Alhamdulilah di Alhamid ini saya bisa dapet dua-duanya,ilmu agama(akhirat) dan juga ilmu umum(dunia).berasa gak sia” deh semua air mata keringat dan jerih payah 6 tahun dipesantren :),malah kadang ngerasa nyesel banget kenapa dulu suka males-malesan apalagi kalau udah mulai kena virus kangen rumah,dan banding”in enaknya dirumah debanding disini,hha secara disini jauh dari dunia luar, gadget dan segala bentuk hiburan deh pokonya,walau ada si waktu santainya dan biasa kami isi dengan hiburan ala kami anak santri,maka banyak dari kami menyebut pondok ini sebagai “penjara suci”,but semua itu pokonya kalo diinget bikin senyum aja deh :)

Selesai dari rumah bu aisyah kita break dulu salat dzuhur(kesannya cape bgd)hhe,masih ada 3 tempat di kawasan komplek pon.pes Alhamid cilangkap ini yang masih harus kami datangi untuk bersilaturahmi.rumah ketiga yang kami datangi adalah rumah kak syifa(ko bisa kaka kelas tinggal di komplek pesantren??) jawabannya adalah,kak syifa ini kaka kelas kita saat dipondok dulu,nah ceritanya kak syifa ini cinlok dengan ustad Alhamid yaitu pak ibnu,sampai akhirnya merekapun menikah,jadinya sekarang kak syifa ikut pak ibnu deh tinggal di Alhamid dan sekarang udah dikaruniai satu orang putra yaitu albar,mungkin ka syifa dah setara ustadzah disana,tapi karna kita ini adik”nya tetep aja memanggilnya dengan sebutan kak syifa bukan ustadzah syifa.

 Disini kita main-main sama Albar(1thn) dan juga salat dzuhur tentunya.selesai salat dzuhur kami duduk-duduk sambil makan kue khas lebaran dan juga tetap bermain sama si lucu albar.nah kalau dikedua tempat sebelumnya yaitu rumah kiai dan bu nyai,kita diberi pesan-pesan tentang ibadah dan motifasi agar terus semangat kuliahnya,di rumah kak syifa ini kita malah kaya curcol tentang nikah gitu,haha secara ada contoh nyata depan mata yang udah menikah dan punya anak lagi,dari kalangan santri yang dulunya sama-sama nyantri dipondok ini. Kalo kata ka syifa mah kalau wanita itu kalau udah waktunya menikah cepat-cepet aja nikah,jangan takut,setinggi-tingginya kita nuntut ilmu,tetep aja dirumah kita ini posisinya dibawah suami kita yang menjadi imam keluarga, haduh temen saya paling semangat kalau lagi diceritain tentang nikah,apalagi si alika,hha *piss. Selesai berbincang dan merapikan kembali toples kue yang kami berantakin,kita pun pamit mau kerumah pak mahmud (adik pak luqman) dan istrinya yaitu bu Ilu,pas kita pada beranjak pergi dan keluar pintu,eh si albarnya nangis..huhuhu jadi sedih..

Sesampainya dirumah bu ilu,ternyata katanya pak mahmud nya lagi sakit,jadi kita-kita ini ngobrolnya sama bu ilu yang cantik dan wajah nya sedikit mirip dewi persik,tapi jangan samain perilakunya,beuh jauh beda bangedd,anaknya yang sekarang SD yang biasa kita panggil siAbang ini pun ikut sedikit main-main deket kita,nah disini kita sama bu ilu juga kaya ngobrol” dan tentunya minta maav lahir batin sebagaimana yang kita lakukan disetiap rumah yang kita kunjungi,nah lucunya dari obrolan kita ini nyambungnya jadi ke nikah-nikah lagi,hadehh..eh alhamdulilah si jadi tambah ilmu,hhe.

Bu ilu cerita dulu beliau menikah pada umur 21 tahun,wah..beda setahun dari umur kita-kita yang sekarang ini,tapi beda nya sama pembahasan sebelumnya,bu ilu ini malah menganjurkan untuk jangan terburu-buru untuk menikah,nahlo...yang satu bilang begini yang satu bilang begitu,ya semua si sama baiknya,tergantuk pada diri kita masing-masing lah,kata bu ilu,biar kita wanita pendidikan itu juga sangat penting,apalagi dizaman maju kaya gini,walaupun misalnya nanti kalian gak jadi wanita karir tapi pendidikan itu sangat penting untuk anak kita,biar pintar,karna guru pertama bagi seorang anak itu adalah ibu,baru ayahnya baru deh guru disekolahnya.jadi kalau anak nanya ini itu atau tentang tugas sekolahnya,tapi kita Cuma bisa jawab gak tau,itu jadi malu-maluin,lalu bu ilu nyontohin kejadian yang dialaminya langsung yaitu ketika si Abang ada PR b.inggris dari sekolahnya ditanya ini,bu ilu  nya Cuma jawab “gak tau mama..” eh kata si Abang “yah mama gimana si” nah kan kalo kamu itu pinter semua kan enak,anak kamu jadi pinter lebih cepat dia, karna dirumahnya dah dapet banyak pelajaran dari ibunya,jangan kaya saya,dulu saya Cuma mondok dan itu hanya belajar agama aja tanpa ada umumnya,jadi kalau ditanya pelajaran umum saya gak tau,cerita bu ilu sambih tersenyum dan menambah kecantikannya. nah kalo yang ini saya kaya nya lebih setuju deh,prinsip saya itu wanita juga harus pintar,tapi tidak mengabaikan kodratnya juga sebagai wanita,karna dari ibu yang pintarlah akan melahirkan anak-anak yang cerdas.. :)

Wow,keasikan ngobrol hampir lupa bentar lagi ashar,dan kami pun langsung pamit,dan langsung menuju tempat terakhir yaitu asrama putri tempat dimana para santri putri tinggal dan juga para ustadzah yang belum menikah,gedung nya sangat besar dan terdiri dari 4 lantai,berbentuk kotak dengan sebuah taman dan kolam ikan ditengah gedung itu,sayangnya saat itu ustazah yang kami bisa temui hanya bu hiro,ustadzah pembimbing saya dulu waktu kamar 8 kelas 3sma. Setelah bermaafan dan berbincang sedikit kami pun mohon pamit pulang,dengan pelukan hangat nya bu hiro pun melepas kami pulang.

Nah,sebelum kami berpisah pulang kerumah kita masing-masing yang tidak saling berdekatan,yaitu nabila-kranggan,ulfa-bogor,alika-bekasi,saki-tanjung priuk,kita sepakat buat makan bakso dulu di dekat pondok,bakso tenis yang besar dan lezat itu pun menjadi persinggahan terakhir kami pada hari keg hari itu,cerita-cerita kuliah,dengan segala permasalahan dan kebahagiaannya pun menjadi kebiasaan kami kalau udah ngumpul,pokonya ngobrolin apa aja deh selalu seru kalau bareng mereka,karna waktu sudah mulai sore kami pun berpisah,saya pulang bareng alika,dan nabila,ulfa,dan saki pulang bareng sampai arah yang dituju.

Huft pokonya semua suport,dawuh-dawuh,dan wejangan-wejangan yang diberikan para guru-guru kami pada saaat itu sangat melegakan hati dan jadi semangat lagi buat menghadapi aktivitas besoknya deh,dan jadi plong karna dah bisa soan ke pak kiai dan bu nyai,seakan beban hidup kita berkurang lah,memang benar,dekat dengan orng-orng yang alim dan dekat dengan Allah itu sangat membuat hati tenang,dan selalu ada pelajaran yang bisa diambil dari semua pesan-pesan dan pengalaman,alhamdulilah allah masih mengizinkan kami untuk bisa terus menjalin silaturahmi dengan tempat dimana kami ditempa ilmu agama dan juga umum,segala ilmu yang Allah wajibkan untuk mempelajarinya,semoga tidak hanya ditahun ini saya bisa terus soan,tapi juga tahun-tahun berikut nya selama kami ini masih bernyawa lah,amiin....


Thanks for saki yang dah ngajak soan ,dan thanks for bila,alika,ulfa yang dah mau kut ya,pokonya mah wonderfull day lah,buat temen yang lain aci,yunita,lela,nova,puput,mala,ade,rini dll yang tahun ini gak ikut bareng kita semoga tahun besok kita bisa bareng-bareng ya... amin.. :)

Thanks for reading friends :) by.ikaamalia






You Might Also Like

0 komentar

silahkan jika ada saran dan masukan yang membangun...

attention

attention

lets Follow by Email

Translate