story

05.55

Semangkuk Bakmi Panas

 

 

Ya...Allah ampunilah dosa Ibu ku............ ampunilah dosa ayahku 
Berikan cahaya dan anugrahMu kepada keduanya .......... 

dari millis tetangga 
Semangkuk bakmi panas........... 

Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana 
segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu 
jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tdk membawa uang. 

Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia 
mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, 
tetapi ia tdk mempunyai uang. 

Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu 
berkata "Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?" " 
Ya, tetapi, aku tdk membawa uang" jawab Ana dengan malu-malu 

"Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu" jawab si pemilik kedai. 
"Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu". 

Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana 
segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang. " Ada 
apa nona?" 
Tanya si pemilik kedai. 
"tidak apa-apa" aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air 
matanya. 

"Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi !, 
tetapi,? ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari 
rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah" 
"Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku 
dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri" katanya kepada pemilik kedai. 

Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang 
dan berkata "Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal 
ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. 
Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat 
ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah 
bertengkar dengannya" 

Ana, terhenyak mendengar hal tsb. "Mengapa aku tdk berpikir ttg hal tsb? 
Utk semangkuk bakmi dr org yg baru kukenal, aku begitu berterima kasih, 
tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan 
tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. 
Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya. 

Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk 
segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan 
kata-kata yg hrs diucapkan kpd ibunya. Begitu sampai di ambang pintu 
rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika bertemu 
dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah "Ana kau 
sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan 
makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau 
tdk memakannya sekarang". 
Pada saat itu Ana tdk dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan 
ibunya. 

Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kpd org lain 
disekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita. 
Tetapi kpd org yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang 
tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka 
seumur hidup Kita. 

RENUNGAN: 

BAGAIMANAPUN KITA TIDAK BOLEH MELUPAKAN JASA ORANG TUA KITA.. 
SERINGKALI KITA MENGANGGAP PENGORBANAN MEREKA MERUPAKAN SUATU PROSES 
ALAMI YANG BIASA SAJA; TETAPI KASIH DAN KEPEDULIAN ORANG TUA KITA ADALAH 
HADIAH PALING BERHARGA YANG DIBERIKAN KEPADA KITA SEJAK KITA LAHIR.. 
PIKIRKANLAH HAL ITU?? 
APAKAH KITA MAU MENGHARGAI PENGORBANAN TANPA SYARAT DARI ORANG TUA KITA? 

HAI ANAK-ANAK, TAATI DAN HORMATILAH ORANG TUAMU DALAM KESEHARIANMU, KARENA 
ITULAH HAL YANG INDAH DIMATA TUHAN. 

(terima kasih atas kirimannya Ais Muryanto)

http://www.facebook.com/notes/amri-ajie/semangkuk-bakmi-panas/415721254644

You Might Also Like

0 komentar

silahkan jika ada saran dan masukan yang membangun...

attention

attention

lets Follow by Email

Translate