11.26

Perbankan


Perbankan adalah institusi ­yang penuh dengan regulasi dan ketentuan. Pelaksanaan regulasi tersebut menggunakan banyak istilah yang semakin kompleks dan beragam. Akibatnya, bukan hanya pihak luar, tetapi bahkan orang-orang di kalangan perbankan sendiri banyak yang tidak memahami istilah yang digunakan dalam institusi itu. Di sisi lain, kesibukan dan tuntutan kerja yang amat tinggi dalam operasional perbankan memaksa para staf dan karyawan bank untuk berkonsentrasi hanya pada bidang pekerjaannya. Akibatnya, mereka tidak mengetahui bidang pekerjaan lain yang tidak langsung ditanganinya. Ujung-ujungnya, ketidaktahuan tersebut membuat para staf dan pegawai bank tidak bisa memberikan pelayanan maksimal kepada para nasabah atau calon nasabah. Buku ini ingin menjembatani kesulitan tersebut. 


Pemahaman istilah di dunia perbankan dapat dijadikan titik tolak untuk lebih mendalami aspek lain dan untuk memahami berbagai persoalan yang sering muncul, sehingga memudahkan seseorang dalam menangani persoalan yang dihadapi.Selain untuk para praktisi perbankan, buku ini juga akan sangat bermanfaat bagi siapa pun yang ingin mengetahui segala aspek perbankan. Sebab, dengan memahami istilah tersebut orang dapat menggali filosofi atau latar belakang suatu kebijakan atau ketentuan yang menjadi aturan operasional di perbankan. Memahami pengertian istilah adalah modal untuk dapat memahami inti permasalahan. Dengan demikian, orang dapat terhindar dari pengambilan kesimpulan yang salah atau yang negatif, dan sebagainya. Untuk memudahkan pembaca, isi buku ini dibagi disusun menurut urutan abjad dan menurut konteks pemakaian istilah dengan bidang atau fungsi perbankan tertentu.
Usaha perbankan dimulai dari zaman Babylonia, dilanjutkan ke zaman Yunani Kuno dan Romawi. Pada saat itu,kegiatan utama bank hanya sebagai tempat tukar menukar uang. Selanjutnya, kegiatan bank berkembang menjadi tempat penitipan dan peminjaman uang. Uang yang disimpan oleh masyarakat, oleh bank dipinjamkan kembali ke masyarakat yang membutuhkannya.
Sementara itu, mengenai sejarah perbankan di Indonesia tidak terlepas dari zaman penjajahan Hindia Belanda. Pada saat itu terdapat beberapa bank yang memegang peranan penting di Hindia Belanda antara lain: De Javasche NV, De Post Paar Bank, De Algemenevolks Crediet Bank, Nederland Handles Maatscappij (NHM), Nationale Handles Bank (NHB), dan De Escompto Bank NV.
Di samping itu, terdapat pula bank-bank milik pribumi, Cina, Jepang, dan Eropa lainnya. Bank-Bank tersebut antara lain: Bank Nasional Indonesia, Bank Abuah Saudagar, NV Bank Boemi, The matsui Bank, The Bank of China, dan Batavia Bank.
Di zaman kemerdekaan perbankan di Indonesia bertambah maju dan berkembang lagi. Beberapa bank Belanda dinasionalisir oleh pemerintah Indonesia. Bank-bank yang ada di zaman awal kemerdekaan, antara lain:
a. Bank Negara Indonesia yang didirikan tanggal 5 Juli 1946 kemudian menjadi BNI 1946.
b. Bank Rakyat Indonesia yang didirikan tanggal 22 Februari 1946. Bank ini berasal dari DE ALGEMENE VOLKCREDIET bank atau Syomin Ginko.
c. Bank Surakarta MAI (Maskapai Adil Makmur) tahun 1945 di Solo.
d. Bank Indonesia di Palembang tahun 1946.
e. Bank Dagang Nasional Indonesia tahun 1946 di Medan.
f. Indonesia Banking Corporation tahun 1946 di Yogyakarta, kemudian menjadi Bank Amerta.
g. NV Bank Sulawesi di Manado tahun 1946.
h. Bank Dagang Indonesia NV di Banjarmasin tahun 1949.


You Might Also Like

0 komentar

silahkan jika ada saran dan masukan yang membangun...

attention

attention

lets Follow by Email

Translate