01.22



KONSEP MANAJEMEN PROYEK I




1.SPEKTRUM MANAJEMEN

Manajemen proyek Perangkat Lunak (PL) yang efektif berfokus pada 3 P, dimana harus berurut yaitu
PEOPLE    
:
Elemen terpenting dari suksesnya proyek
PRODUCT / PROBLEM
:
Software yang dikembangkan
PROCESS       
:
Suatu kerangka kerja dari suatu aktifitas dan kumpulan tugas untuk memgembangkan PL
PROJECT
(tambahan)
:
Penggabungan semua kerja untuk membuat produk menjadi kenyataan

2  .PEOPLE ( MANUSIA)
SEI telah mengembangkan suatu model kematangan kemampuan manajemen manusia (People Management Capability Manurity Model ( PM – CMM ) ) untuk mempertinggi kesiapan organisasi PL dalam membuat aplikasi yang semakin kompleks sehingga menarik, menumbuhkan, memotivasi, menyebarkan dan memelihara bakat yang dibutuhkan untuk mengembangkan kemapuan mengembankan PL mereka.

Model kematangan manajemen manusia membatasi pada
       Rekruitmen
       Seleksi
       Manajemen unjuk kerja
       Pelatihan
  Kompensasi
  Pemgembangan karir
  Desain kerja & organisasi
  Perkembangan karir tim / kultur
Manusia dalam pengembangan PL terdiri dari :
a.     Player (Pemain)
- Manajer Senior            menentukan isu bisnis yang mempengaruhi dalam proyek
- Manajer Proyek           merencanakan, memotivasi, mengorga-nisir,mengontrol aplikasi/produk
- Pelaksana                    mempunyai ketrampilan teknik untuk merekayasa aplikasi
- Pelanggan                    menentukan jenis kebutuhan bagi PL yang akan dibuat
- Pemakai akhir              yang berinteraksi dengan PL yang dibuat

b.     Team Leader (Pimpinana Tim)
Manajemen proyek merupakan kegiatan manusia intensif sehingga memerlukan praktisi yang cakap.
Model Kepemimpinan (MOI yaitu Motivasi, Organisasi, gagasan & Inovasi) menurut Jerry Weinberg.
Karakteristik yang menentukan manajer proyek efektif yaitu
-         Pemecahan Masalah  - Prestasi
-         Identitas manajerial   - Pengaruh & pembentukan tim

c.      The Software Team ( Tim PL)
Sumber daya manusia kepada sebuah proyek yang akan membutuhkan n manusia yang bekerja selama k tahun , ada beberapa alternatif untuk menentukan sumber daya tersebut :
-         n orang mengerjakan tugas fungsional berbeda sebanyak m dengan sedikit kombinasi kerja & koordinasi tanggung jawab manajer proyek
-         n orang mengerjakan tugas fungsional berbeda sebanyak m (m<n) , seorang pemimpin tim ad hoc dapat dipilih, koordinasi bertanggung jawab manajer PL
-         n orang diatur di dalam tim , setiap orang mengerjakan >= 1 tugas fungsional, setiap tim mempunyai sebuah struktur spesifik yang ditentukan untuk semua tim yang bekerja pada sebuah proyek, koordinasi dikontrol oleh tim itu sendiri dan oleh manajer proyek PL ( sistem ini paling produktif)

Mantei, mengusulkan 3 organisasi tim yaitu:
§  Demokrasi terdesentralisasi (DD)
Tidak memiliki pimpinan permanen dan koordinator dipilih untuk tugas pendek bila tugas berbeda maka pimpinan berbeda. Keputusan diambil oleh konsensus kelompok dan komunikasi secara horizontal
§  Terkontrol terdesentralisasi (CD)
Tim memiliki pimpinan tertentu dan memiliki pimpinan skunder untuk sub-sub masalah. Pemecahan masalah merupakan aktifitas dari kelompok dan implentasi pemecahan pada sub-sub kelompok. Komunikasi antar kelompok dan orang bersifat horizontal tetapi komunikasi secara vertical berjalan bila hirarki kontrol berjalan .
§  Terkontrol tersentralisasi (CC)
Pemecahan tingkat puncak dan internal tim oleh pimpinan tim. Komunikasi dilakukan secara vertical.
         
7 faktor proyek yang harus dipertimbangkan dalam rencanakan tim RPL yaitu :
1.     Kesulitan pada masalah
2.     Ukuran program yang dihasilkan (LOC / function)
3.     Waktu tim (umur)
4.     Tingkat dimana dapat dimodularitasi
5.     Kualitas serta keandalan
6.     Kepastian tanggal penyampaian
7.     Tingkat sosiabilitas / komunikasi

Pengaruh Karakteristik Proyek pada Struktur Tim

Tipe Tim
DD
CD
CC
Tingkat Kesulitan



o   Tinggi
x


o         Rendah

x
x
Ukuran



o   Besar

x
x
o         Kecil
x


Umur Tim



o   Singkat

x
x
o         Panjang
x


Modularitas



o   Tinggi

x
x
o         Rendah
x


Keandalan



o   Tinggi
x
x

o         Rendah


x
Tanggal Pengiriman



o   Ketat/pasti


x
o         Longgar
x
x

Sosiabilitas



o   Tinggi
x


o         Rendah

x
x

Constantine, mengusulkan 4 paradigma organisasional bagi tim RPL

1.     Paradigma Tertutup
Membentuk hirarki otoritas tradisional ( mirip tim CC) tetapi kurang inovatif
2.     Paradigma Random
Membentuk tim longgar & tergantung pada inisiatif individual tim, untuk inovasi sangat baik(unggul) bila unjuk kerja tim teratur.
3.     Paradigma Terbuka
Membentuk tim dengan cara tertentu sehingga banyak kontrol, inovasi banyak . Cocok untuk masalah yang kompleks tetapi tidak seefesien tim lainnya
4.     Paradigma Sinkron
Mengorganisasikan tim untuk bekerja pada bagian-bagian kecil masalah dengan komunikasi aktif pada tim

d.     Coordinatian & Communication Issue (masalah koordinasi & komunikasi)

Proyek PL mengalami kesulitan dikarenakan :
ü  Skala usaha pengembangan yang besar sehingga kesulitan dalam mengkoordinasi anggota tim & Kompleksitas yang semakin besar
ü  Ketidakpastian mengakibatkan perubahan terus menurus pada proyek
ü  Interoperabilitas merupakan ciri dari sistem dan menyesuaikan dengan batasan sistem

Kraul & Streeter menguji sekumpulan teknik koordinasi proyek yang dibagi atas
ü  Pendekatan impersonal, formal penyampaian & dokumen RPL (memo, laporan dll)
ü  Prosedure interpersonal, formal aktifitas jaminan kualitas yang diterapkan kepada produk kerja RPL (status pengkajian , perancangan & inpeksi kode)
ü  Prosedure interpersonal, informal pertemuan kelompok untuk menyebarkan informasi & pemecahan masalah serta pengembangan staf
ü  Komunikasi teknik, surat elektronis, web sites, teleconferens, papan buletin elektronik
ü  Jaringan interpersonal diskusi informal pada orang diluar proyek untuk mendapatkan pengalaman sehinnga mendukung kerja proyek


by...ega.staff.gunadarma.ac.id

You Might Also Like

0 komentar

silahkan jika ada saran dan masukan yang membangun...

attention

attention

lets Follow by Email

Translate