16.20


MANEJEMEN STRATEGI PENGEMBANGAN KOTA BEKASI




Kota Bekasi secara geografis berada pada konstelasi pusat pertumbuhan nasonal. Unuk itu kemana arah perubahan Kota Bekasi yang dilakukan melalui pengembngan daerah melalui pembangunan daerah merupakan pertanyaan fundamental dalam arah perubahan Kota bekasi.

Arah pembangunan Kota Bekasi di fokuskan pada masyarakat Bekasi sebagai subyek pembangunan sekaligus sebagai modal social (social capital) yang kreatif, inovatif dalam mengolah sumberdaya menuju pada kesejahteraan masyarakat. Kesejahteraan yang dituju berdimensi tangible ( kesejahteraan material ) dan intangible ( kesejahteraan immaterial ),baik untuk generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.
Secara filosofis arah perahan kota bekasi diformulasikan sebagai paradigm pembangunan berkelanjutan (sustainable urban development). 

Kota Bekasi merupakan bagian dari wilayah jabodetabek,  sebagai wilayah yang mengalami perkembangan sangat pesat, perkembangan ekonomi wilayah kota bekasi periode tahun 2003-2006 menunjukan tren yang meningkat dengan laju petumbuhan ekonomi 5.25 persen pada tahun 2003, kemudian pada tahun selanjutnya tumbuh lebih cepat lagi yaitu 5,38 persen. Bahkan pada tahun 2006 menembuas angka 6,00 persen yaitu tumbuh sebesar 6,07 persen lebih cepat dibandingkan pertumbuhan tahun 2005 dengan 5,65 persen. Dengan demikian perekonimian dikota Bekasi mulai menunjukan kinerja yang sangat positif pasca adanya kebijakan pemerintah yang menaikan harga BBM pada akhir tahun 2005.

Pada tahan 2006 laju pertumbuhan Ekonomi Kota Bekasi sedikti lebih tinggi dibandingkan Propinsi Jawa Barat yang mampu tumbuh sebesar 6,01 persen. Kondisi tersebut, mengindikasikan Kota Bekasi merupakan daerah yang mempunyai andil yang cukup dominan terhadap petumbuhan ekonomi Propinsi Jawa Barat secara keseluruhan.

Pada periode tahun 2003-2006 laju pertumbuhan ekonomi Kota Bekasi sealu lebih tinggi  dibandingkan Propinsi Jawa Barat, ditahun 2003 LPE Kota Bekasi sebesar 5,25 persen dan meningkat pada tahun 2004 manjadi 5,38 persen , kemudian tumbuh cukup tinggi hingga 6,07 persen ditahun 2006. Sedangkan perekonomian Propinsi Jawa Barat pada periode yang sama tumbuh masing-masing sebesar 4,77 persen,  5,62 persen dan 6,01 persen. Pertumbuhan yang paling tinggi di tahun 2006 terhadap pembentukan perekonomian Kota Bekasi ada pada sector pengangkutan dan komunikasi yaitu mencapai 10.96 persen . adanya kenaikan tariff angkutan dan menjamurnya telepon seluler ikut mendongkrak pertumbuhan di sector ini.

Sector perdagangan mempunyai pertumbuhan tertinggi kedua dengan 8,35 persen, diurutan ke-3 sektor listrik, gas dan air bersih dengan 7,77 persen. Sedangkan penurunan kinerja terjadi pada sector pertanian yaitu senilai -2,27 persen padahal tahun sebelumnya mampu tumbuh sebesar 2,04 persen.

Namun demikian salah satu unsur kelemahan pengembangan Kota Bekasi yaitu Manejemen pemerintah yang belum optimal. Kompleksitas tuntutan masyarakat terhadap optimalisasi pelayanan diberbagai sector pembangunan, dalam praktik dihadapkan pada keterbatasan sumberdaya yang tersedia atau daya dukung yang terbatas, sehingga dalam pelaksanaan pembangunan masih dijumpai pernyataan ketidakpuasan masyarakat antara lain :

1.       Rekrutmen dan peningkatan sumberdaya aparatur melalui berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan, masih belum memenuhi kebutuhan sesuai dengan tugas da fungsi SKPD.
2.       Pembangunan system manajemen strategic organisasi pemerintah yang semula diharapkan mampu menjadi alat manajemen yang ampuh dalam mengawal proses manajemen Kota Bekasi secara keseluruhan, dalam praktiknya belum dapat dilaksanakan secara konsisten.
3.       Secara umum kinerja pemerintah dapat dilihat dari kualitas pelayanan public yang diberikan dalam melayani masyarakat. Kepuasan masyarakat sebagai konsumen perlu dijadikan indicator dalam menilai kualitas pelayanan umum dari pemerintah daerah. Kondisi pelayanan umum di Kota Bekasi secara umum masih belum  dapat memuaskan masyarakat.

Salah satu indikasi manajemen pemerintahan masih belum optimal, termasuk didalamnya belum optimalnya implementasi perundang-undangan, reformasi birokrasi, kualitas sumberdaya aparatur dan sumberdaya lainnya. Adapun permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam perencanaan pembangunan di Kota Bekasi diidentifikasi sebagai berikut :

1.       Belum trsedianya data yang akurat dan lengkap
2.       Perubahan regulasi mengenai tata cara penyusunan dokumen perencanaan ditingkat pusat
3.       Terbatasnya produk perencanaan pembangunan (bylisablog)

(

You Might Also Like

0 komentar

silahkan jika ada saran dan masukan yang membangun...

attention

attention

lets Follow by Email

Translate