take the wonderfull inspiration....

22.49

nama  : ika amalia s
kelas : 1kb02
npm   : 29110391




                       .....my inspiration.....





Hidup adalah sebuah pilihan yang seharusnya dapat kita manfaatkan dengan teramat sangat baik.setiap detik yang berjalan merupakan kesempatan yang takan pernah kembali lagi,dalam membuat sebuah ukiran keindahan dalam hidup mungkin tak semudah mengucapkan nya namun tak sesulit juga yang dibayangkannya.dalam mengukir hal ini tentu kita membutuhkan bantuan-bantuan aspek lain yang dapat memotifasi kita untuk dapat mengukir ukiran itu seindah mungkin.

Sebuah perjalanan hidup dari orang yang terdahulu yang sangat menginspirasikan kita tentu juga menjadi salah satu aspek penting dalam membantu kita dan memotifasi kita untuk mencapai kebahagiaan dan cita-cita.mengapa demikian???tentu dapat dijawab dengan sebuah pengalaman diri kita sendi,dalam psikologipun mendukung bahwasannya tentu dengan melihat dan memahami kisah inspiratif seseorang yang bisa sukses dengan segala halang rintang membuat kita terpacu daya juangnya untuk dapat menjalani nya seperti itu,dan hal ini sangat positif.....

Dari sini saya (penulis)ingin berbagi tentang hal yang ingin saya capai dan tokoh yang menginspirasikan saya.
Jujur saya sangat mengagumi salah satu tokoh cendikian muslim yang dimiliki iran pada masanya,ia adalah ibnu sinna,atau lebih dikenal dengan nama Avicenna oleh orang-orang barat dan eropa,siapakah dia????


Berikut adalah biografinya........




Syeikhur Rais, Abu Ali Husein bin Abdillah bin Hasan bin Ali bin Sina, yang dikenal dengan sebutan Ibnu Sina atau Aviciena lahir pada tahun 370 hijriyah di sebuah desa bernama Khormeisan dekat Bukhara. Sejak masa kanak-kanak, Ibnu Sina yang berasal dari keluarga bermadzhab Ismailiyah sudah akrab dengan pembahasan ilmiah terutama yang disampaikan oleh ayahnya. Kecerdasannya yang sangat tinggi membuatnya sangat menonjol sehingga salah seorang guru menasehati ayahnya agar Ibnu Sina tidak terjun ke dalam pekerjaan apapun selain belajar dan menimba ilmu.

Dengan demikian, Ibnu Sina secara penuh memberikan perhatiannya kepada aktivitas keilmuan. Kejeniusannya membuat ia cepat menguasai banyak ilmu, dan meski masih berusia muda, beliau sudah mahir dalam bidang kedokteran. Beliau pun menjadi terkenal, sehingga Raja Bukhara Nuh bin Mansur yang memerintah antara tahun 366 hingga 387 hijriyah saat jatuh sakit memanggil Ibnu Sina untuk merawat dan mengobatinya.

Berkat itu, Ibnu Sina dapat leluasa masuk ke perpustakaan istana Samani yang besar. Ibnu Sina mengenai perpustakan itu mengatakan demikian;

“Semua buku yang aku inginkan ada di situ. Bahkan aku menemukan banyak buku yang kebanyakan orang bahkan tak pernah mengetahui namanya. Aku sendiri pun belum pernah melihatnya dan tidak akan pernah melihatnya lagi. Karena itu aku dengan giat membaca kitab-kitab itu dan semaksimal mungkin memanfaatkannya... Ketika usiaku menginjak 18 tahun, aku telah berhasil menyelesaikan semua bidang ilmu.” Ibnu Sina menguasai berbagai ilmu seperti hikmah, mantiq, dan matematika dengan berbagai cabangnya.

Kesibukannya di pentas politik di istana Mansur, raja dinasti Samani, juga kedudukannya sebagai menteri di pemerintahan Abu Tahir Syamsud Daulah Deilami dan konflik politik yang terjadi akibat perebutan kekuasaan antara kelompok bangsawan, tidak mengurangi aktivitas keilmuan Ibnu Sina. Bahkan safari panjangnya ke berbagai penjuru dan penahanannya selama beberapa bulan di penjara Tajul Muk, penguasa Hamedan, tak menghalangi beliau untuk melahirkan ratusan jilid karya ilmiah dan risalah.

Ketika berada di istana dan hidup tenang serta dapat dengan mudah memperoleh buku yang diinginkan, Ibnu Sina menyibukkan diri dengan menulis kitab Qanun dalam ilmu kedokteran atau menulis ensiklopedia filsafatnya yang dibeni nama kitab Al-Syifa’. Namun ketika harus bepergian beliau menulis buku-buku kecil yang disebut dengan risalah. Saat berada di dalam penjara, Ibnu Sina menyibukkan diri dengan menggubah bait-bait syair, atau menulis perenungan agamanya dengan metode yang indah.

Di antara buku-buku dan risalah yang ditulis oleh Ibnu Sina, kitab al-Syifa’ dalam filsafat dan Al-Qanun dalam ilmu kedokteran dikenal sepanjang massa. Al-Syifa’ ditulis dalam 18 jilid yang membahas ilmu filsafat, mantiq, matematika, ilmu alam dan ilahiyyat. Mantiq al-Syifa’ saat ini dikenal sebagai buku yang paling otentik dalam ilmu mantiq islami, sementara pembahasan ilmu alam dan ilahiyyat dari kitab al-Syifa’ sampai saat ini juga masih menjadi bahan telaah.

Dalam ilmu kedokteran, kitab Al-Qanun tulisan Ibnu Sina selama beberapa abad menjadi kitab rujukan utama dan paling otentik. Kitab ini mengupas kaedah-kaedah umum ilmu kedokteran, obat-obatan dan berbagai macam penyakit. Seiring dengan kebangkitan gerakan penerjemahan pada abad ke-12 masehi, kitab Al-Qanun karya Ibnu Sina diterjemahkan ke dalam bahasa Latin. Kini buku tersebut juga sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Prancis dan Jerman. Al-Qanun adalah kitab kumpulan metode pengobatan purba dan metode pengobatan Islam. Kitab ini pernah menjadi kurikulum pendidikan kedokteran di universitas-universitas Eropa.

Ibnu juga memiliki peran besar dalam mengembangkan berbagai bidang keilmuan. Beliau menerjemahkan karya Aqlides dan menjalankan observatorium untuk ilmu perbintangan. Dalam masalah energi Ibnu Sina memberikan hasil penelitiannya akan masalah ruangan hampa, cahaya dan panas kepada khazanah keilmuan dunia.

Dikatakan bahwa Ibnu Sina memiliki karya tulis yang dalam bahasa latin berjudul De Conglutineation Lagibum. Dalam salah bab karya tulis ini, Ibnu Sina membahas tentang asal nama gunung-gunung. Pembahasan ini sungguh menarik. Di sana Ibnu Sina mengatakan, “Kemungkinan gunung tercipta karena dua penyebab. Pertama menggelembungnya kulit luar bumi dan ini terjadi lantaran goncangan hebat gempa. Kedua karena proses air yang mencari jalan untuk mengalir. Proses mengakibatkan munculnya lembah-lembah bersama dan melahirkan penggelembungan pada permukaan bumi. Sebab sebagian permukaan bumi keras dan sebagian lagi lunak. Angin juga berperan dengan meniup sebagian dan meninggalkan sebagian pada tempatnya. Ini adalah penyebab munculnya gundukan di kulit luar bumi.”

Ibnu Sina dengan kekuatan logikanya -sehingga dalam banyak hal mengikuti teori matematika bahkan dalam kedokteran dan proses pengobatan- dikenal pula sebagai filosof tak tertandingi. Menurutnya, seseorang baru diakui sebagai ilmuan, jika ia menguasai filsafat secara sempurna. Ibnu Sina sangat cermat dalam mempelajari pandangan-pandangan Aristoteles di bidang filsafat. Ketika menceritakan pengalamannya mempelajari pemikiran Aristoteles, Ibnu Sina mengaku bahwa beliau membaca kitab Metafisika karya Aristoteles sebanyak 40 kali. Beliau menguasai maksud dari kitab itu secara sempurna setelah membaca syarah atau penjelasan ‘metafisika Aristoteles’ yang ditulis oleh Farabi, filosof muslim sebelumnya.

Dalam filsafat, kehidupan Abu Ali Ibnu Sina mengalami dua periode yang penting. Periode pertama adalah periode ketika beliau mengikuti faham filsafat paripatetik. Pada periode ini, Ibnu Sina dikenal sebagai penerjemah pemikiran Aristoteles. Periode kedua adalah periode ketika Ibnu Sina menarik diri dari faham paripatetik dan seperti yang dikatakannya sendiri cenderung kepada pemikiran iluminasi.

Berkat telaah dan studi filsafat yang dilakukan para filosof sebelumnya semisal Al-Kindi dan Farabi, Ibnu Sina berhasil menyusun sistem filsafat islam yang terkoordinasi dengan rapi. Pekerjaan besar yang dilakukan Ibnu Sina adalah menjawab berbagai persoalan filsafat yang tak terjawab sebelumnya.

Pengaruh pemikiran filsafat Ibnu Sina seperti karya pemikiran dan telaahnya di bidang kedokteran tidak hanya tertuju pada dunia Islam tetapi juga merambah Eropa. Albertos Magnus, ilmuan asal Jerman dari aliran Dominique yang hidup antara tahun 1200-1280 Masehi adalah orang Eropa pertama yang menulis penjelasan lengkap tentang filsafat Aristoteles. Ia dikenal sebagai perintis utama pemikiran Aristoteles Kristen. Dia lah yang mengawinkan dunia Kristen dengan pemikiran Aristoteles. Dia mengenal pandangan dan pemikiran filosof besar Yunani itu dari buku-buku Ibnu Sina. Filsafat metafisika Ibnu Sina adalah ringkasan dari tema-tema filosofis yang kebenarannya diakui dua abad setelahnya oleh para pemikir Barat.

Ibnu Sina wafat pada tahun 428 hijriyah pada usia 58 tahun. Beliau pergi setelah menyumbangkan banyak hal kepada khazanah keilmuan umat manusia dan namanya akan selalu dikenang sepanjang sejarah. Ibnu Sina adalah contoh dari peradaban besar Iran di zamannya.dan menjadi kiblat dalam bidang kedokteran diseluruh dunia.


 Setelah membaca biografi perjalanan hidup beliau semoga dapat lebih memotifasi diri saya dan semoga juga anda...mengapa saya sangat kagum pada beliau???hal ini tentu bisa anda jawab sendiri setelah membaca biografi ini,beliau adalah seorang yang sederhana dalam penampilan dan kehidupan namun...sangan kaya dalam hal ilmu dan hati,ini lah yang harusnya menjadi hal yang patut kita contoh,dikala remaja saat ini mengikuti gaya orang-orang yang tidak terarah dan cenderung menyesat kan sungguh sangat disayangkan....



Saya mengagumi beliau juga bukan karna saya ingin menjadi dokter ,yang kebanyakan menjadi cita-cita kebanyakan anak kecil,namun keuletannya dan kecintaannya pada ilmu yang sangat saya kagumi banyak kalangan priyai,ulama besar ,atau orang yang sangat sudah sufi berpendapat bahwasannya pelajaran dunia itu tak penting,hal yang terpenting adalah akhirat...mungkin statement ini tidak salah namun menurut saya alangkah baiknya kita dapat baik di dunia dan baik diakhirat,walau hal itu tak mudah tapi bukan berarti menjadi mustahil untuk didapatkan.beliau seorang ulama dan sufi yang sangat alim namun sangat cinta kepada ilmu dunia,seperti  filsafat  dan yang paling terkenal yaitu kedokteran.walau kita belajar mengenai ilmu umum atau pelajaran biasa(bukan pelajaran tentang pengajan dst)namun yang nama nya bersyukur,bertawakal,dan beribadah pasti menjadi hal terpenting juga dalam hidup,dan wajib untuk dijalanani.


Kegigihan beliau,perjuangan hidup dan juga ukiran prestasi yang beliau miliki sangat membuat saya iri dan sangat ingin menjadi sepertinya.dan dalam diri saya menjadi termotivasi,karena mengapa seorang ibnu sinna yang hanya dari keluarga miskin saja dapat menjadi guru hebat dan juga dokter pertama  yang pernah ada,segala ilmu kedokteran mengacu kepada satu buku yang pastinya itu kitab karangannya yang berjudul as-syifa atau pengobat.sungguh sangatt luar biasa....semoga saya dapat menjadi sepertinya,dan menjadi avicenna abad ini....amin....

                                                
                                ....sekian....








You Might Also Like

0 komentar

silahkan jika ada saran dan masukan yang membangun...

attention

attention

lets Follow by Email

Translate