pindah ibu kota?? why not.....

18.07


Pindah ibu kota??? Why not??

Masalah kependudukan yang terjadi di Indonesia sangatlah kompleks terutama dalam hal kepadatan penduduk dari kutipan hasil sensus penduduk tahun 2010 menjelaskan bahwasannya Penduduk Indonesia tahun 2010 diperkirakan sekitar 234.2 juta. Sensus diselenggarakan pada tahun 2010. Sensus-sensus penduduk sebelumnya diselenggarakan pada tahun-tahun 1961, 1971, 1980, 1990 dan 2000 Menurut Sensus Penduduk 2000, penduduk Indonesia berjumlah sekitar 205.1 juta jiwa, menempatkan Indonesia sebagai negara ke-empat terbesar setelah Cina, India dan Amerika Serikat. Sekitar 121 juta atau 60.1 persen di antaranya tinggal di pulau Jawa, pulau yang paling padat penduduknya dengan tingkat kepadatan 103 jiwa per kilometer per segi. Penduduk Indonesia tahun 2010 diperkirakan sekitar 234.2 juta(BPS:2010).
ketidak seimbangan ini lah yang menyebabkan pembangunan yang tidak merata baik secara fisik maupun non fisik,yang selanjutnya akan mengakibatkan keinginan yang tinggi pada masyarakat untuk pindah ke kota yang pembangunan nya dianggap lebih maju.maka kepadatan dikota pun tak dapat di hindari lagi,hal yang disebabkan oleh maslah ini tidaklah sedikit dari mulai kemacetan jalan,peningkatan angka kemiskinan,tingkat kelahiran yang melonjak tinggi, angka pengangguran yang tak kunjung berkurang,dan pasti nya tindak kriminalitas yang meningkat,hal ini hanyalah sedikit masalah-masalah yang timbul dari segelintir masalah -masalah yang tentu nya sangat banyak terjadi di kota,terutama Jakarta.akibat urbanisasi yang memarah ini lah yang telah membuat sekelompok orang memprediksikan akan adanya kematian di kota jakarta ini,kematian apa maksudnya?maksud kematian ini adalah kematian kemajuan dan banyak hal yang akan terjadi di ibukota negara indonesia ini,dimana jakarta yang tidak lebih besar dabi pulau bali,di isi dan terus diisi dengan manusia dari segala plosok negri ini bahkan dari luar negri jua.kemacetan yang parah dan tak kunjung mengalami titik terang ini membuat banyak kalangan berpendapat agar memindahkan ibu kota negara indonesia ini ke lain daerah diluar pulau jawa.SBY tengah memikirkan lokasi baru pusat pemerintahan. Kalau seperti Malaysia itu tanggung dan tidak sepenuh hati. Cuma 40 km. Sehingga sebagian tidak pindah rumah dan akhirnya jadi jauh dan macet.
Harusnya seperti Brazil yang memindahkan ibukotanya begitu jauh dari Rio de Janeiro ke Brasilia, atau Amerika Serikat dari New York ke Washington DC, Jepang dari Kyoto ke Tokyo, Australia dari Sidney ke Canberra, Jerman dari Bonn ke Berlin.Karena jauh akhirnya pada pindah rumah. Kalau dekat, misalnya di Jonggol atau Sentul, niscaya orang Tangerang, Bogor, Jakarta, Bekasi, Depok tetap tinggal di rumahnya dan berkantor di ibukota baru. Jalan jauh dan kemacetan pun terus berlangsung(jendral berita blog).mengapa pemindahan ini harus dilakukan?.
 pertama-tama kita harus sadar bahwa pemindahan ibukota dari satu kota ke kota lain adalah hal yang biasa dan pernah dilakukan. Sebagai contoh, Amerika Serikat pernah memindahkan ibukota mereka dari New York ke Washington DC, Jepang dari Kyoto ke Tokyo, Australia dari Sidney ke Canberra, Jerman dari Bonn ke Berlin, sementara Brazil memindahkan ibukotanya dari Rio de Janeiro ke Brasilia. Indonesia sendiri pernah memindahkan ibukotanya dari Jakarta ke Yogyakarta.
Over Populasi (Jumlah penduduk melebihi daya tampung) merupakan penyebab utama kenapa banyak negara memindahkan ibukotanya. Sebagai contoh saat ini Jepang dan Korea Selatan tengah merencanakan pemindahan ibukota negara mereka. Jepang ingin memindahkan ibukotanya karena wilayah Tokyo Megapolitan jumlah penduduknya sudah terlampau besar yaitu: 33 juta jiwa. Korsel pun begitu karena wilayah kota Seoul dan sekitarnya jumlah penduduknya sudah mencapai 22 juta. Bekas ibukota AS, New York dan sekitarnya total penduduknya mencapai 22 juta jiwa. Jakarta sendiri menurut mantan Gubernur DKI, Ali Sadikin, dirancang Belanda untuk menampung 800.000 penduduk. Namun ternyata di saat Ali menjabat Gubernur jumlahnya membengkak jadi 3,5 juta dan sekarang membengkak lagi hingga daerah Metropolitan Jakarta yang meliputi Jabodetabek mencapai total 23 juta jiwa.

             
Jadi pemindahan ibukota bukanlah hal yang tabu dan sulit. Soeharto sendiri sebelum lengser sempat merencanakan pemindahan ibukota Jakarta ke Jonggol.
  dari masalah kepadatan ini dapat dilakukan dengan cara transmigrasi yang dulu pernah dijalankan di masa pemerintaha presiden soeharto,namun hal ini juga harus didukung dengan pembangunan dan pengadaan lapangan kerja yang merata di seluruh plosok indonesia,dengan hal ini,masyarakat pedesaan pun tidak merasa rugi walau tidak hijrah ke jakarta,karna mereka menganggap didesanya pun mampu memberi penghidupan yang cukup menjanjikan.serta bekerja samanya pemerintah dengan para arsitek dan para ahli untuk membangun indonesia lebih baik lagi.dan yang terpenting tentunya tingkat korupsi di indonesia harus diberantas,agar tidak banyak uang negara yang dihambur-hamburkan oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab,yang menyebabkan kerugian besar terhadap negara kita tercinta ini.(ika amalia)January.2011

You Might Also Like

0 komentar

silahkan jika ada saran dan masukan yang membangun...

attention

attention

lets Follow by Email

Translate