matematika itu....

18.12


Matematika itu…………..

Menurut saya matematika adalah sebuah ungkapan menyeramkan bagi seorang pembenci hitung-hitungan.walau pada hakikat sebenarnya,manusia tidak akan bisa lepas dari yang namanya hitung menghitung,dari mulai konteks yang kecil hingga yang besar.dalam hitung menghitung kita menggunakan otak kiri,yang notabennya lebih sulit ketimbang kita harus menggunakan otak kanan yang biasa digunakan untuk visualisasi,berkarya,dan bermusik,dll…jadi mungkin inilah salah satu hal yang menyebabkan matematika sulit untuk dimengerti bagi kebanyakan orang,namun bukan berarti semua orang mengalami ini bahkan banyak orang yang menjadikan matematika sebagai hoby mereka,dan menjadi suatu yang mengasikkan bagi sebagian orang,hal ini tidak salah,karna setiap manusia berbeda-beda,dalam mengembangkan kemampuan otak mereka.

Hal ter besar yang membuat seseorang suka atau tidak pada suatu pelajaran adalah ketika ia mendapatkan pengajar yang tepat baginya atau tidak.jika sianak itu mendapat pengajar yang tepat dan sanggup membuat sianak mengembangkan minat nya terhadap pelajaran itu,niscaya sianak tadi akan mudah memahami dan menguasai pelajaran itu,dan mungkin itu lah yang saya alami juga,ketika saya mendapatkan pengajar yang begitu enak dan mampu membawa suasana belajar menjadi menyenangkan saat itu juga saya sedikit demi sedikit mencoba menumbuhkan minat saya kepada pelajaran itu,saya pernah mendengar yohanes surya,seorang fisikawan,guru besar bidang fisika ui,dan pendiri Universitas multimedia nusantara,megatakan “tidak ada anak yang tidak menguasai suatu pelajaran atau bodoh,namun yang ada adalah anak yang tidak mendapatkan pengajar yang tepat baginya,yang membuatnya tidak bersemangat dalam menggali pelajaran tersebut”.(kutipan yohanes surya dalam acara kick andy)

sebenarnya bukan lah jaminan bahwa orang  yang pintar itu pasti jago matematika,namun mengapa persepsi yang beredar dimasyarakat saat ini seperti itu.orang-orang yang mengusai dalam bidang exacta lebih dianggap hebat dan sukses dibanding yang lain,padahal bukan dari situlah sebenarnya manusia dapat dinilai.

Mengapa banyak orang tua sangat marah kepada anaknya,ketika anak nya mendapat nilai jelek dalam pelajaran matematika,apakah semua orang tua berpendapat bahwa kepintaran dan kecerdasan manusia itu diukur dari kemampuan matematikanya??

Dalam acara Hitam Putih,yang dipandu oleh seorang mentalis bernama Dedy combuzer,saya mendapat pelajaran penting yang seharusnya juga diterapkan oleh seluruh orang tuanya pada anaknya,dedy menyampaikan bahwa,mengapa kebanyakan orang tua harus marah ketika diraport anaknya mendapat nilai jelek dalam study matematika,dan mendapat nilai baik,bahkan sangat bagus dalam study menggambarnya..?? ketika seorang anak mendapat nilai jelek dalam matematika orang tua tsb berusaha sekuat mungkin untuk membuat anaknya bisa dan   menyukai apa yang tidak ia sukai.orang tua tsb memanggil guru private dan les untuk membantu anaknya dapat menguasai pelajaran yang tidak anaknya sukai,mengapa orang tua tsb tidak memanggil guru les lukis saja untuk anaknya,dan mengembangkan bakat sianak,agar bakat yang ada dalam diri sianak dapat tumbuh dan berkembang dengan maksimal,ketika itu juga anak akan senang dan mudah dalam menjalani lesnya,tidak tertekan atau bahkan stress.dari sinilah contoh kecil persepsi kebanyakan orang terhadap matematika,dan bagaimana sebenarnya kita harus bersikap atas persepsi ini.

Beberapa faktor untuk mempelajari matematika

·         Memiliki banyak rumus dalam satu soal
·         Cara pengerjaannya yang sulit
·         Cara mengajar yang terlalu tegang
·         Menyita banyak waktu, dan pikiran
·         Rasa malas
·         Rumus yang panjang dan rumit

  Dari beberapa faktor diatas seharusnya kita memiliki solusi agar kita lebih memahami matematika. Bagaimana cara mngatasinya?
·         Menghapus rasa malas
·         Belajar dengan sungguh-sungguh
·         Mengejarkan latihan-latihan soal
·         Belajar bersama dengan teman-teman yang lebih faham dan mengerti.
·         Dan yang terpenting yang selalu saya lakukan ketika rasa malas datang adalah mengingat orang tua dan berfikir betapa banyak uang yang telah dikeluarkan demi pendidikan kita,sedangkan jika kita hanya berlenggang kangkung saja,kita sama seperti membuang-buang uang itu dengan percuma dan sia-sia.maka motivasi terbesar dalam hidup saya adalah orang tua.

Sebenarnya dalam matematika,bila kita mempunyai rasa penasaran dengan jawaban itu akan membuat kita lebih serius untuk menemukan jawabannya, namun bagaimana dengan rasa malas? Rasa malas teramat sulit untuk dihindari ketika malas itu sudah datang menghampiri,yang kita lakukan seharusnya adalah, kita hanya perlu sedikit memforsir rasa malas dengan rasa sadar dalam diri bahwa matematika sangat penting, namun membuat diri sadar akan pentingnya matematika itu juga tidak mudah, percaya bahwa kita juga bisa mngerjakannya adalah senjata terampuh untuk membangkit kan semangat belajar matematika. Bukan hanya karena matematika akan selalu terpakai dalam segala bidang, juga keadaan sekolah atau lingkungan universitas yang menuntut kita agar dapat memahami dan mengerjakan soal-soal materi hitung menghitung yang diberikan sesuai fakultas dan jurusan masing-masing namun juga ketika kita telah berada di masyarakat.

 Manfaat mempelajari matematika
                                                                                                                                                                                                                                                      
·          Mengetahui jumlah nominal
·         Lebih selektif dalam menghitung
·         Membuat materi dari pelajaran lain terdampingi
·         Memperkuat system otak terutama otak kiri kita
·         Lebih mudah dalam mengerjakan pelajaran exacta lain nya,karna Matematika merupakan dasar dari segala pelajaran mengenai sains.

Dalam perkembangannya matematika sudah banyak diminati contohnya saja para pemuda-pemudi kita telah sanggup pergi ke Negara lain untuk mengikuti olimpiade-olimpiade an bersaing untuk mendapatkan juara matematika,dan tak sedikit dari peserta lomba dari Negara kita yang menjuarainya,dan pulang dengan membawa medali emas didada. tak hanya itu matematika juga sering kita temui dalam beberapa permainan yang kita mainkan baik secara online atau dikomputer kita sendiri.

Telah di temukan berbagai macam buku yang berisi rumus-rumus matematika sehingga kita dapat belajar matematika dengan lebih mudah dan praktis, ketika kita berada di masyarakat kita akan banyak sekali menghitung itulah kegunaan matematika membuat kita lebih siap,tentu saja diseimbangkan dengan pelajaran yang lainnya pula. Semua bidang pekerjaan didunia ini pasti berkaitan dengan matematika. Kenalilah dengan baik matematika sehigga kalian akan memahaminya dengan baik pula, fokuskan lah pikiran kalian saat mengerjakan matematika,  pada dasarnya semua pelajaran itu mudah,tinggal bagaimana kita menghadapinya, bila kita menghadapi matematika dengan rasa senang tidak ada yang tidak bisa kita selesaikan begitupun  dengan matematika yang selama ini kita anggap menyeramkan.
             
Maka dari itu marilah teman-teman semua kita belajar matematika bersama, tanyakan pada teman atau pengajar apabila ada soal nya tidak di mengerti dalam pengerjaan latihan. maka pada saat ada ujian ataupun tes kita bisa mengerjakannya dengan baik. Matematika harus di pelajari sejak sedini mungkin,dan jangan pernah ada kata menyerah dalam menghadapi pelajaran yang satu ini.saya selalu berusaha memupuk dan mensugesti diri saya sendiri bahwa tiada yang tidak bisa saya kuasai dengan baik selama saya giat,serius,dan jeli dalam melihat peluang.dan saya percaya bahwa jika ada niat pasti ada jalan dari tuhan untuk memudahkan langkah kita menuju cita-cita dan harapan kita,maka berjuanglah terus tanpa pernah berputus asa.(ikAmalia)

You Might Also Like

1 komentar

  1. salam kenal.........

    matematika, sesuatu yg membuat kita mau menggunakan anugrah tuhan.....

    BalasHapus

silahkan jika ada saran dan masukan yang membangun...

attention

attention

lets Follow by Email

Translate